Unggah News

Info Terbarukan Tanpa Hoax

Peringati Hari Perempuan Sedunia, APM Jambi Gelar Dialog Publik

Merangin,UnggahNews.com  – Aliansi Perempuan Merangin (APM) Jambi Gelar Dialog Publik, Minggu, (8/3/2020) bertempat di Hotel Swarnabhumi Kabupaten Bungo – Jambi.

Dialog publik dalam rangka Memperingati Hari Perempuan Sedunia, dengan tema “Perempuan Berdaulat atas dirinya, terbebas dari segala bentuk diskriminasi, Untuk Jambi Sehat secara Fisik, Psikis dan Sosial”.

Kegiatan diikuti 70 peserta terdiri 54 perempuan dan 16 laki – laki, yang berasal dari unsur Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput / FKPAR, Perempuan Pejabat Publik, FMS (Pemerintah, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Suami Peduli HKSR, Pembatra), Perwakilan Forum Perempuan dan Lelaki Muda dampingan APM, dan Perwakilan Organisasi Perempuan dari Kabupaten Merangin, Bungo dan Sarolangun.

Menurut Ketua panitia yang juga menjabat Direktur APM Jambi, Aljimah menyampaikan keawak media Hari Perempuan Sedunia yang diperingati tiap tanggal, 8 Maret bermula dari aksi demonstrasi buruh perempuan menuntut kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja buruh garmen di New York, Amerika Serikat pada tahun 1857.

Protes besar tersebut kemudian meyulut gelombang perlawanan dari gerakan perempuan diberbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

“Untuk Aliansi Perempuan Merangin (APM) Sejak tahun 2007 merayakan dengan berbagai tema dan kegiatan yang berbeda – beda setiap tahunnya. Peringatan ini sebagai momen menggerakkan kaum perempuan untuk terus berjuang dan melawan segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan dan kelompok marjinal lainnya,”ujar Aljimah

Dialog publik menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan , Puspa dan Aliansi Perempuan Merangin ini memiliki tujuan diantaranya adanaya ruang dialog untuk merefleksikan kembali peran – peran berbagai pihak dalam melakukan upaya mencegah perkawinan usia anak.

Meningkatnya pemahaman dan kesadaran peserta bahwa masih ada kebijakan – kebijakan yang masih mendiskriminasikan Perempuan.

Menggalang kebersamaan untuk kekuatan kolektif dalam mengkampanyekan hak – hak perempuan dan pemenuhan serta penghormatan HKSR Perempuan

Meningkatkan pemahaman peserta tentang Hubungan antara perkawinan usia anak dengan Stunting

“Tema “ Perempuan berdaulat atas Dirinya, Tolak Aturan Diskriminatif ini diangkat karena meski sudah cukup banyak Undang – Undang atau kebijakan yang muncul, namun masih tidak cukup ruang bagi perempuan untuk memperdengarkan suaranya,’katanya.

Ditambahkan, hal ini di karenakan pengambilan keputusan belum banyak yang mengadopsi dari pengalaman perempuan itu sendiri. Saat ini sedang maraknya pembahasan RUU yang mendiskriminasikan perempuan seperti RUU Ketahanan Keluarga dan Omnibus Law yaitu aturan yang mengatur beberapa hal dalam satu Undang – Undang yang berpotensi mengurangi hak dasar pekerja Gaji Cuti, dan sebagainya.

Sementara Pemerintah dan DPR harus terus didorong untuk mensahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang saat ini sangat mendesak.

Selain hal diatas dari pengalaman lapang Aliansi Perempuan Merangin, ditemukan fakta bahwa ada keterkaitan antara Perkawinan usia anak dengan masalah Stunting yang saat ini sedang dilakukan upaya penanganan dan pencegahan yang dilakukan oleh kementrian kesehatan Republik Indonesia.

Ditambah dengan persoalan kekerasan seksual yang dialami perempuan muda saat ini dikarenakan kurangnya atau bahkan minimnya pemahaman dan kesadaran mengenai seksualitas, serta otonomi perempuan muda terhadap tubuhnya.

“Pendidikan mengenai tubuh atau seksualitas tidak dilakukan dalam keluarga karena berbagai alasan dan latar belakang, sementara pendidikan di sekolah tidak menjawab masalah tersebut,”imbuhnya. (gas).

Copyright ©2020 UNGGAHNEWS.COM | Dev By Erlabs.net