Unggah News

Info Terbarukan Tanpa Hoax

Pencuri Pengunci Bantalan Rel Kereta Api Dibekuk Satreskrim Polres Lubuklinggau

UNGGAHNEWS.COM, LUBUKLINGGAU – Satreskrim Polres Lubuklinggau, menangkap Sefta Zuri Ganevin alias Evin (23), warga RT 01, Desa Kota Padang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Selasa (1/6/2021).

Evin merupakan salah satu pelaku yang mencuri pendrol atau e-Clips (pengunci bantalan rel kereta api), milik PT KAI.

Aksi pencurian tersebut dilakukan tersangaka di sepanjang jalur rel sekitar KM 538+3/5, di RT 03, Kelurahan Lubuk Binjai, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, Sabtu (30/5) dini hari.

Evin melakukan pencurian, bersama pelaku lain Geri (DPO), dengan cara mencopot pendrol, untuk dijual. Polisi juga mengamankan barang bukti sebanyak 200 pendrol, senilai Rp 16juta.

Selain menangkap Evin, polisi mengamankan dua tersangka penadah pendrol hasil curian. Yaitu Iwansyah alias Iwan (32) warga Jl Patimura, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau dan Sefriadi alias Cecep (36), warga Jl Waromah RT 02, Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing.

Tersangka Cecep, membeli 200 pendrol dari tersangka Evin dan Geri, juga membeli 97 pendrol dari Desta, buruh PT Surya Annisa Kencana. Perusahaan ini vendor yang melakukan perawatan dan pengerjaan rel kereta api.

Pendrol yang mestinya dipasang oleh Desta, diam-diam dicuri. Ada 97 buah pendrol di Gudang PT Surya Annisa Kecana, Jl Bangau, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, diambil dan dijual. Desta menjual barang curiannya ke tersangka Iwan, lalu oleh Iwan dijual ke tersangka Cecep

Total ada 297 pendrol yang berhasil diamankan, nilainya lebih dari Rp 20 juta,” ujar Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono didampingi Kasat Reskrim AKP M Ismail, saat rilis ungkap kasus di Mapolres Lubuklinggau, Rabu (2/6).

Tersangka Cecep mengaku membeli pendrol Rp 4.000 perkilogram. “Pas dijual masih dalam karung, saya tidak mengecek. Saya tidak tahu kalau itu hasil curian,” dalihnya.

Sedangkan Evin, mengaku diajak Geri untuk mencuri. “Malam Sabtu itu, Geri ketemu dengan aku, di Padang, dia ngomong, bawa motor kamu, ado lokak,” ceritanya.

Ternyata Geri mengajak Evin untuk mengambil besi di jalur rel kereta api. “Aku dak tahu siapo yang melepas besi itu, aku diajak mungut masuk dalam karung, kemudian bawa pakai motor, jual ke Mesat Seni. Aku cuma dapat duit Rp 200 rib. Duitnyo lah habis dibelanjakan rokok dan sebagainyo,” ceritanya.

Sementara itu, perwakilan PT KAI, Yamin mengaku memang sering kehilangan besi pendrol, karena memang seksi untuk dicuri, mudah dilepas. “Tidak hanya di Lubuklinggau, tapi juga di sepanjang jalur rel, dari Palembang sampai ke Lubuklinggau, termasuk jalur rel ke Lampung,” ungkapnya.

Yamin mengatakan, lepasnya pendrol pengunci bantalan rel tersebut sangat berbahaya, bisa menyebabkan kecelakaan.(*/Rmd).

Copyright ©2020 UNGGAHNEWS.COM | Dev By Erlabs.net