Home / Opini

Senin, 15 November 2021 - 20:44 WIB

November Bersemi dengan Air Hujan Kehidupan

AIR hujan sangat diperlukan tanaman untuk dapat melakukan proses pertumbuhan atau fotosintesis. Jika terjadi kekeringan yang panjang, hasil panen bisa saja tidak baik atau (gagal panen).

Kebutuhan Hidup Manusia.

Air hujan yang turun akan masuk dan meresap ke dalam tanah, lalu berubah menjadi air tanah. Nah Air tanah tersebut biasanya dimanfaatkan manusia untuk memasak, mencuci, dan kebutuhan hidup lainnya.

Air Hujan sebagai Air Minum.

Air Hujan tidak dapat diminum secara langsung. Untuk dapat diminum, air hujan perlu melewati tahap pemurnian. Air hujan ditampung di dalam galon atau penampung lainnya.
Air Hujan Sebagai Kelangsungan Hidup di Hutan.

Di hutan biasanya hidup pohon-pohon dan Hewan liar. Keduanya membutuhkan air yang cukup, agar bisa hidup dan air tersebut didapat dari Hujan.

Seperti yang kita ketahui, bahwa peran pohon sangat penting bagi kehidupan kita (Manusia). Pohonlah yang menyediakan udara bersih untuk dihirup oleh kita Manusia.

Selain itu, pohon juga bisa membantu menyerap air hujan dan mencegah banjir. Oleh sebab itu, Air Hujan sangatlah penting untuk membuat hutan tetap lestari.

Baca Juga :  Maulana Harap BKRMI Menjadi Penggerak Ekonomi di Masyarakat yang Berbasis Masjid

Beberapa manfaat lain dari Air Hujan, salah satu yang cukup terkenal itu adalah Sebagai Sumber Energi Pembangkit Listrik.

Danau buatan, yang menampung Air Hujan dapat dimanfaatkan dan diubah menjadi sumber energi listrik dibantu dengan teknologi yang canggih.

Air yang digunakan sebagai energi pembangkit listrik itu disebut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Rindu di Saat Turun Hujan.

Banyak quotes menyebut Hujan terdiri dari 1 persen Air dan 99 persen kenangan.

Quotes tersebut biasanya dipakai sebagai caption foto atau status galau saat turun hujan. Keterkaitan antara hujan dan kenangan semakin berat karena banyak anak muda yang mengunggah foto hujan lengkap dengan caption sendu.

Sebenarnya hujan dengan kenangan memiliki keterkaitan yang bisa dibuktikan secara ilmiah lewat ilmu psikologi. Seperti hasil penelitian yang di lakukan di Eropa dan Amerika Serikat menyebut ada fenomena psikologi populer bernama seasonal affective disorder (SAD).

SAD merupakan perubahan mood manusia di negara dengan empat musim. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah Winter Depresion alias winter blues. Sebab, perubahan mood biasanya terjadi saat musim dingin (Winter). Adapun perubahan mood itu berupa perasaan sedih, putus asa, merasa bersalah atau bisa diwakili dengan kata galau.

Baca Juga :  Rapat Bersama OPD Rumpun Pertanian, Gubernur Al Haris Tekankan Untuk Saling Terintegrasi Satu Sama Lain

Perasaan galau itu datang terutama saat seseorang berada di dalam ruangan kala mendung dan hujan menyapa. Tubuh khususnya mata mendapatkan lebih sedikit cahaya sehingga merangsang otak memproduksi Hormon Melatonin. Hormon inilah yang membuat seseorang mudah mengantuk, melamun, dan merasa sedih.

Sorotonin merupakan hormon yang mengatur perubahan mood dan ingatan. Saat hujan turun, kadar sorotonin ikut menurun sehingga mood berubah dan membuat seseorang melamun dan menjadi Melankolis. Hal itu pula membuat seseorang cenderung memutar lagu bernuansa sedih saat turun hujan.

Selain itu, ada beberapa orang takut sendirian saat turun hujan. Bagi mereka, suara rintik hujan menimbulkan perasaan getir yang menakutkan. Itulah sebabnya perasaan rindu muncul saat turun hujan.

Hujan juga membuat seseorang menggigil kedinginan. Itulah sebabnya dia mencari kehangatan dengan cara mengobrol atau memandang orang yang dicintainya.

(Oleh : Yun Klau)

Berita ini 49 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kerinci

Jambi

HUT ke-63 Kerinci, Masihkah Menuduhnya sebagai Tanah Surga?

Kota Jambi

Anggota Dewan Komisi lll DPRD Kota Jambi Sidak Gudang Ilegal

Ekobis

Maskapai Batik Air Beroperasi Lagi di Bandara Silampari, Penerbangan Kota Lubuklinggau- Jakarta

Opini

6 Wartawan Senior Beri Materi Pelatihan Jurnalistik SPRI

Jambi

HIMSAK Adakan Aksi Galang Dana Kemanusiaan

Opini

Formasu Jakarta Anugerahi Penghargaan Pada Kapolda Sumut Berhasil Gebyar Inisiasi Vaksinasi di Sumatera Utara

Opini

LEMI Hadir Untuk Indonesia Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Opini

Puluhan Rumah dan 1 SD Terancam Longsor, Kades Minta Rumah Warga di Relokasi