Home / Nasional

Kamis, 2 Desember 2021 - 08:14 WIB

Mendagri Dorong Penerapan Smart City Untuk Ciptakan Pemerintahan Yang Efisien 

Surabaya – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong penerapan Smart City atau Kota Cerdas untuk menciptakan pemerintahan yang efisien dan memudahkan masyarakat dalam berbagai urusan.

Menurutnya, paradigma Smart City kini berkembang dan amat dibutuhkan masyarakat seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi atau ICT.

“Smart city ini betul-betul efektif untuk pemerintahan efisien, untuk pemerintahan, juga untuk rakyat, mempermudah semua urusan: sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lain-lain,” kata Mendagri dalam Integrated Technology Event 2021 (Integrated Smart Infrastructure Development for Smart Cities) di Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/12/2021).

Karena itu, Mendagri menekankan pentingnya aparatur pemerintah yang responsif dan memahami perubahan zaman beserta dinamika kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang serbacepat.

Baca Juga :  KPK Gelar Diklat dan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi di Kalimantan Utara

Aparatur pemerintah juga diminta agar mengubah mindset atau pola pikir tentang pentingnya IT untuk membuat keputusan secara cepat, lebih tepat, dan berbasis data yang akurat.

“Kita tidak bisa menghindari dari itu, (jika) menghindar kita akan telat, di iklim yang kompetitif saat ini, ketertinggalan akan membuat ditinggalkan oleh publik,” ujarnya.

Mendagri menambahkan, guna mendukung konsep smart city tersebut, pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, seperti penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi, infrastruktur IT, digitalisasi berbagai data pendukung, hingga digitalisasi di bidang anggaran agar lebih transparan.

“Mendorong juga inovasi terus dilakukan, sekaligus lingkungan yang kompetitif,” tutur Mendagri.

Baca Juga :  KPK Ajak Masyarakat Berpartisipasi Dalam Survei Persepsi Kinerja

Meski demikian, ia berharap konsep smart city tak hanya dimaknai sebatas proyek penyediaan infrastruktur berbasis IT. Lebih dari itu, diperlukan juga perubahan budaya kerja bagi aparatur pemerintah. Yang tak kalah penting, smart city juga mesti dapat menggabungkan konsep pemerintahan berbasis IT dengan green city.

“Smart city itu tidak hanya dibatasi pada penggunaan teknik informasi, tapi mulai mengadopsi green city,” tekan Mendagri.

Hadirnya konsep smart city diharapkan semakin menghidupkan semangat otonomi daerah, terutama dalam melakukan inovasi. Pasalnya, hal itu sangat dibutuhkan dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat agar lebih baik. (gas).

Puspen Kemendagri

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Banjir Sekadau, Kalimantan Barat, Satu Warga Meninggal Dunia

Nasional

Jaksa Agung Melantik dan Mengambil Sumpah Wakil Jaksa Agung dan 3 Jaksa Agung Muda

KPK

KPK Lakukan Penggeledahan di 3 Lokasi Dalam Kasus OTT Bupati Kuansing Riau

Nasional

Hingga Tengah Malam, Banjir Wilayah Kota Tebing Tinggi Belum Surut
Peran

Nasional

Kemendagri Uraikan Pentingnya Peran Litbang Daerah dalam Meningkatkan Kinerja Pemda 

Nasional

Kementerian PUPR Targetkan Pengelolaan Tol Berkelanjutan dan Berkarakter Tercapai pada 2024
rumah

Nasional

Angin Kencang Merusak Lima Rumah Warga di Kabupaten Semarang

Hukrim

Tersangka Kasus Korupsi Dana Investasi PT. ASABRI 2012-2019 Diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum