Unggah News

Info Terbarukan Tanpa Hoax

Lapak Pedagang Kaki Lima Dipasar Baru Mulai Di Bongkar Pemiliknya

Merangin, UnggahNews.com – Adanya instruksi dari Bupati Merangin agar Pasar Rakyat Type B yang berlokasi di Pasar Baru Bangko yang sudah lama selesai direnovasi dengan anggaran Milyaran rupiah agar diaktifkan kembali untuk ditempati para pedagang ikan es, daging dan bumbu dapur akhirnya akan difungsikan kembali.

Instruksi Bupati Merangin yang memerintahkan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian agar segera menertibkan para pedagang kaki lima baik ikan es, daging, sayur mayur dan bumbu dapur agar tidak berjualan lagi di pinggir jalan diluar pasar untuk ditempatkan di dalam pasar Type B yang dikhususkan untuk dagangan bersifat basah.

Namun instruksi bupati agar hari Selasa (4/2) seluruh pedagang ikan es, daging, bumbu dapur dan pedagang kaki lima lainnya sudah menempati lapak dan kios sesuai nomor undian, ternyata belum ada realisasi karena berbagai alasan disampaikan para pedagang khususnya pedagang ikan es dan daging masih enggan pindah.

Para pedagang ikan es dan daging saat berbincang dengan UnggahNews.com, Rabu sore (5/2) menyampaikan alasannya belum mau dipindah dengan alasan belum tersedia listrik, air dan keberatan apabila pedagang ikan es dan daging yang berjualan di pasar Trans milik perseorangan yang lokasinya berdekatan dengan pasar Tipe B tidak ikut dipindahkan.

“Saya dan teman-teman pedagang, siap pindah menempati lapak didalam pasar Tipe B apabila listrik, air tersedia dan seluruh pedagang baik dipinggir jalan dan yang berjualan di pasar Trans semuanya dipindah masuk kedalam pasar Tipe B,”kata Yanti pedagang ayam potong.

Permintaan yang sama disampaikan salah satu pedagang ikan es, Acid dirinya minta pihak Pemda Merangin untuk memindahkan semua pedagang ikan es dan daging  kedalam pasar Type B dan tidak ada lagi yang jualan dipinggir jalan dan di pasar Trans.

Menyikapi keluhan dan permintaan dari pedagang Kadis Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdadagangan dan Perindustrian Merangin, Ladani yang didampingi Sekdin Amir Tamsil dan Kabid Perdagangan, Sadeli disela-sela memonitor pembongkaran lapak PKL menjelaskan instansinya beserta instansi terkait seperti SatPol PP dan Lingkungan Hidup sudah memberi tahu kepada seluruh pedagang baik melalui pemberitahuan secara lisan dan edaran agar pindah kedalam pasar dan membongkar lapak jualannya para hari Kamis (6/2/2020).

“Listrik dan Air sudah tersedia. Pengumuman dan pemberitahuan secara lisan dan edaran sudah kita lakukan, bahwa hari Kamis (6/2) seluruh pedagang harus pindah kedalam.pasar dan membongkar lapak jualannya yang dipinggir jalan,”ujar Ladani.

Dia menuturkan untuk penertiban pedagang dilakukan dengan cara persuasif dengan terus memberi pengertian dan penjelasan kepada seluruh pedagang agar segera pindah.

“Alhamdulillah, setelah kita lakukan sosialisasi dan penjelasan, hari ini Rabu sore (4/2) pedagang sudah mulai banyak membersihkan lapak jualannya dan membongkar sendiri bangunan yang ditempati,”ujarnya.

Untuk pedagang sesuai data semuanya berjumlah 145 terdiri 110 pedagang ikan es dan daging dan 35 pedagang bumbu dapur dan makanan minuman menempati kios.

“Untuk permintaan para pedagang agar dinding yang membatasai dengan bangunan toko milik Pemda agar dibongkar sudah disetujui oleh Bupati dengan mengintruksikan Dinas PUPR agar membongkar 4 dinding,”jelasnya.

Untuk melakukan penertiban kepada para pedagang yang masih melanggar aturan dan untuk menjaga kebersihan sudah dibentuk Tim.Terpadu dengan Surat Keputusan Bupati Nomor : 511.1/52/DKUKMPP/3/2020.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar H. Romadon saat dimintai tanggapan mengenai iuran listrik,air dan kebersihan menjelaskan untuk biayanya dibebankan kepada seluruh pedagang dengan menanggung bersama-sama semua pengeluaran pemakian listrik, air dan upah tenaga kebersihan.

‘Untuk pemakaian Listrik, Air dan upah tenaga kebersihan dibebankan kepada seluruh pedagang. Sedangkan untuk toko akan dipasang meteran listrik ditiap bangunan. Adapun sewa untuk lapak tiap pedagang harus membayar restibusi Rp. 18 ribu,/bulan,”jelasnya. (gas).

Copyright ©2020 UNGGAHNEWS.COM | Dev By Erlabs.net