Unggah News

Info Terbarukan Tanpa Hoax

Kasus Hukum Pencurian Tandan Buah Segar Milik Anak Perusahaan Makin Group Terus Berlanjut

Jambi – Kasus dugaan pencurian tandan Buah Segar (TBS) milik anak perusahaan Makin Group, yang dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha Pelanggan Jaya (KSUPJ) terus berlanjut.

Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi memeriksa Ketua KSUPJ Budi Azwar dan juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) sebagai tersangka.

Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan Budi Azwar (BA) telah diperiksa sebagai tersangka.

“Saudara BA sudah kita panggil sebagai tersangka dan sudah diperiksa sebagai tersangka, Jumat (25/6/2021) lalu” kata Dirkrimum Polda Jambi, Minggu (27/6/2021).

Saat ini, Tersangka BA sudah ditahan di Rutan Polda Jambi terkait kasus pencurian buah tandan segar (TBS).

“Saudara BA sudah kita amankan, saya sudah keluarkan surat perintah penangkapannya. Kita amankan di Polda Jambi,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan, selama pemeriksaan Tersangka Budi Azwar selalu Koperatif dan tidak pernah mangkir dari panggilan Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi. “Selama ini saudara BA selalu Koperatif saat dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi telah menahan tiga pengurus koperasi yang dilaporkan melakukan pencurian buah kelapa sawit milik PT. Produk Sawit Indo atau anak perusahaan Makin Grup yang dilakukan oleh kelompok Koperasi Serba Usaha Pelang Jaya (KSUPJ).

Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan selesai jalani pemeriksaan oleh tim penyidik, ketiga pengurus KSUPJ ditahan setelah cukup bukti dalam kasus pencurian buah sawit milik perusahaan Makin Grup yang berlokasi di Afdeling VI Kebun Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Penyidik Polda Jambi juga sudah memeriksa beberapa saksi dan juga telah mengecek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak hanya itu pihaknya juga sudah memeriksa saksi ahli, sehingga mempunyai minimal dua alat bukti yang sudah terpenuhi.

Ketiga tersangka tersebut, yakni A yang merupakan jabatannya Wakil Ketua Koperasi Serba Usaha Pelang Jaya (KSUPJ), S sebagai Sekretaris koperasi dan M adalah Bendahara koperasi, dimana kerugian yang dihitung oleh perusahaan ditafsir sekitar Rp200 juta lebih dari aksi mereka. (One).

Copyright ©2020 UNGGAHNEWS.COM | Dev By Erlabs.net