Unggah News

Info Terbarukan Tanpa Hoax

Kapal Berisikan Barang Texstil Tanpa Dokumen Di Amankan TNI AL Di Ambang Luar Kampung Laut

MUARASABAK,UNGGAHNEWS.COM – Lantamal III Korps Marinir Sabak Timur laksanakan Konfrensi pers, Terkait penangkapan barang ilegal Kamis (5/11/2020).

Penangkapan kapal fiber tersebut bermuatan 1000 gulung kain textil dan alat Rumah Tangga tanpa Dokumen,operasi penangkapan ini dilakukan oleh Tim F1QR Lanal Palembang bertempat di pelabuhan Samudera Kelurahan Kampung Singkep Kecamatan Muara Sabak Barat Kabupaten Tanjab Timur

Danlanal III Palembang Kolonel Laut Filda Malari CTMP Menjelaskan Pada Rabu tanggal 04 November 2020 pukul 02.30 Wib di laksanakan penangkapan kapal kayu muatan kain textil oleh Tim F1QR Lanal Palembang di Perairan Ambang luar Kampung Laut Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Pada Pukul 21.00 WIB Tim F1QR Lanal Palembang yang terdiri dari Posmat Kampung Laut dan Patkamla I-3-60/ Sungai Musi melakukan penyekatan di Ambang luar Kampung Laut Jambi,

Kemudian Sekitar Pukul 02.30 WIB Posmat Kampung Laut dan Patkamla I-3-60/ Sungai Musi melakukan Jarkaplid pada titik koordinat 0°57’49” S 103°48’55” E perairan Ambang luar Kampung Laut Kabupaten Tanjab Timur

Hingga akhirnya pada Pukul 04.30 WIB tim menangkap kapal beserta barang bukti,yang seterunya dibawa ke Dermaga Posmat Muara Sabak

Sampai Saat ini dilaksanakan pengamanan dan pengawasan oleh anggota Posmat Muara Sabak dan Patkamla I-3-60/ Sungai Musi,” jelasnya

7 orang ABK bersama Barang Bukti yang diamankan yaitu KM. Tiya – I GT 34, Kain textil 1000 gulung serta Ratusan barang Alat rumah tangga seperti Blender, Hair drayer dan termogan,selain itu Dokumen Barang tidak masuk Manifest.

Dijelaskan lebih rinci Kronologisnya dimana Kapal KM TIYA – I GT 34 berasal dari sungai Guntung Provinsi Riau dan untuk mengengelabui petugas kapal yang bermuatan Textil di tutup dengan karung Goni.

Dengan modus tersangka kapal akan bersandar di Jambi dan barang berupa Textil akan dibawa ke Jakarta melalui jalur darat.

Kolonel Laut Filda Malari CTMP Mengatakan Untuk satu gulung Textil di perkirakan seharga 20 juta di kali 1.000 gulung sehingga kerugian negara di tafsir 20 milyar rupiah.

Untuk saat ini Kapal beserta barang masih di amankan di pelabuhan samudera dan dan dalam pengawasan Posmat AL Muara sabak,” tuturnya

Hingga berita ini di onlinekan Untuk tersangka pemilik barang, dan dari mana asal barang sampai saat ini masih dalam proses pendalaman oleh penyidik hukum Lanal Palembang.(Mrg).

 

Copyright ©2020 UNGGAHNEWS.COM | Dev By Erlabs.net