Unggah News

Info Terbarukan Tanpa Hoax

Henri Angkat Bicara Terkait Video Viral Dugem Siswa SMAN 1 Tanjab Barat

UNGGAHNEWS.COM, Tanjab Barat – Terkait video viral aksi dugem Siswa SMA N 1 beberapa waktu lalu, Henri saputra atau yang akrab disapa Een sempat menyindir di akun facebook nya, bahwa masyarakat tungkal cenderung senang memviralkan hal negatif mengenai tungkal dari pada hal-hal positif.

“Jadi heran, kenapa banyak yang begitu bersemangat memviralkan. Tanpa disadari juga ikut menjelekkan kampung halamannya sendiri” tulis een di laman facebooknya.(11/04/2021).

Saat dihubungi via WhatsApp, Henri yang merupakan tokoh pemuda, seniman, dan juga anggota KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Tanjab Barat, akhirnya angkat bicara terkait video viral tersebut (16/04/2021). Disebutkan, Henri yang juga alumni SMA N 1 menyayangkan kejadian video viral tersebut, dan mesti ada beberapa hal yang harus diluruskan.

“Saya selaku Alumni menyayangkan kejadian video viral tersebut, tetapi ada beberapa hal yang harus di luruskan. Pertama menurut saya tidak mungkin anak remaja melakukan pesta yang katanya “Dugem” yang identik dengan hal negatif seperti narkoba dan pesta miras dilingkup kantor pemerintahan pula. Jelas itu sangat bertentangan dengan azas budaya ketimuran kita dan melanggar hukum” kata Henri

Selanjutnya Henri menjelaskan, anak-anak SMA yang menggunakan aula kantor bupati sebagai tempat acara pasti telah mengantongi izin. Dan juga, minimnya informasi yang beredar dimasyarakat mengenai kegiatan tersebut, membuat masyarakat berpendapat buruk.

“Terkait tempat acara perpisahan kelulusan bahwa mereka memakai Aula gedung pertemuan kantor Bupati yang notabene bisa disewa dan dipakai sesuai peraturan perda (Peraturan Daerah) yang berlaku.

Dalam hal ini saya yakin banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya. Karena minimnya informasi terkait fakta di lapangan baik dari segi manajemen acara, rundown acara, dokumentasi, perizinan dan lain sebagainya sehingga terciptalah Narasi dan Opini liar diluar sana sehingga berita tersebut viral” lanjut Henri

Henri menyayangkan akibat dari hal tersebut, anak-anak SMA N 1 yang terlibat menjadi sasaran bully dari masyarakat luas, media sosial khususnya.

“Akibatnya, mereka dibully habis-habisan oleh ribuan netizen dan itu jelas menjatuhkan mental dan psikologi anak yang secara tidak langsung membunuh karakter anak remaja. Memang mereka salah, tapi tepatnya mereka butuh nasehat dan petunjuk bukan caci maki dan disudutkan” Jelas Henri

Henri berharap kepada masyarakat untuk lebih bijak menanggapi masalah-masalah yang terjadi ditengah masyarakat tanjab barat khususnya kuala tungkal. Ia juga berpesan kepada adik-adik SMA untuk tetap bersemangat, dan terus berkreasi.

“kita semua harus lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum disebarkan. Mereka remaja adalah generasi penerus yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Semoga esok akan ada banyak tempat dan ruang untuk mereka para remaja berimajinasi dan berkreasi. Untuk adik-adik siswa-siswi tetaplah bersemangat karena masa depan kalian masih panjang. Hormati yang tue, sayangi yang mude, Mude yang berbudaye, Budayekan yang mude” Tandasnya. (Hzq).

Copyright ©2020 UNGGAHNEWS.COM | Dev By Erlabs.net