Gempa 8,5 SR, 10 Pelajar MIN 01 Dusun Curup Luka Berat

0
126

Unggahnews.com,Rejang Lebong – 8,5 Skala Richter ( SR ) yang berpusat di Kabupaten RL berdampak fatal bagi sejumkah pelajar MIN 01 Dusun Curup Kecamatan Curup Utara, Saptu ( 7 / 9 ), pukul 11.00 Wib.

Dimana, setidaknya ada 10 pelajar MIN 01 Dusun Curup Kecamatan Curup Utara mengalami luka berat lantaran tertimpa reruntuhan gedung saat terjadi bencana gempa 8,5 SR dengan rincian 5 pelajar putri mengalami patah tangan dan 5 pelajar putra mengalami patah kaki.

Beruntung, berkat kesiap siagaan anggota BPBD RL dan PMI RL, korban yang mengalami luka berat dapat terselamatkan oleh pertolongan pertama BPBD RL dan PMI RL.

Hal ini tercermin dalam kegiatan simulasi Gempa Bumi 8,5 SR yang dilakukan oleh BPBD RL dan PMI RL dilokasi MIN 01 Dusun Curup Kecamatan Curup Utara dalam agenda Sekolah Madrasah Aman Bencana ( SMAB ).

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPBD RL, Basuki, S.Sos melalui Ketua Panitia, Andi Purwanto, Skm, Saptu ( 7/ 9 ), pukul 10.00 Wib.

Ia mengatakan bahwa tak menampik hal tersebut.

” Alahamdulilah, untuk korban jiwa yang ditimbulkan dari bencana gempa ini tidak ada,” tegasnya.

Hal ini, sambungnya, berkat pengetahuan pelajar yang belakangan sudah mengetahui bagaimana sikap dan antisipasi jika terjadi bencana gempa bumi yang sawaktu – waktu dapat terjadi.

” ini hanya simulasi. Sebelumnya, kita dari BPBD RL dan PMI RL telah memberikan pelatihan kepada pelajar MIN 01 Dusun Curup untuk dapat mengantisipasi diri dan orang lain saat terjadi bencana selama 3 hari. Hasilnya, alhamdulilah mereka paham apa yang akan dilakukan saat terjadi Gempa mendatang,” tegasnya.

Namun, sambungnya, ada beberapa kekurangan yang wajib di evalusi kedepannya. Dimana, belakangan terungkap jika perlu diperhatikan kepada seluruh sekolah di Kabupaten RL untuk dapat memang standar kelengkapan antisipasi bencana di masing – masing sekolah. Tujuannya, kedepan agar siswa atau pelajar paham apa yang akan dilakukan jika terjadi gempa.

” Kita harapkan kepada seluruh sekolah dapat membuat rute evakusi dan titik kumpul dilokasi sekolah seperti dilokasi terbuka atau lapangan. Apalagi, sekolah yang memiliki lantai 2. Tujuaanya, tak lain, agar saat terjadi gempa pelajar dapat berkumpul di titik tersebut, ” tegasnya. ( Dnd ).

LEAVE A REPLY