Dihadapan Presiden, Fachrori Paparkan Ini

0
23

Unggahnews.com, Jambi – Gubernur Jambi, Fachrori Umar memaparkan pengendalian dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Pemerintah Provinsi Jambi tahun 2019 dihadapanan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo , di Istana Negara, Selasa (6/8/19).

Dalam pemaparannya, Fachrori terlebih dahulu memyampaikan luas wilayah yang ada di Provinsi Jambi. Menurutnya, luas wilayah Provinsi Jambi mencapai 53.435,92 Km², meliputi luas daratan 48.989, 98 km², luas perairan 4.445,94 km², terdiri dari 9 Kabupaten, 2 Kota, 141 Kecamatan, 1.399 desa dan 163 kelurahan.

Berdasarkan SK Menhut No:863/MENHUT-II/2014, luas kawasan hutan Provinsi Jambi adalah mencapai 2.098.535 ha atau
42,98% dari (luas daratan seluas
4.882.857 HA), terdiri dari Kawasan Suaka Alam/kawasan pelestarian alam
685,471 ha, hutan lindung 179,588 ha, huta produksi terbatas 258.285 ha, hutan produksi tetap, 963.792 ha, dan hutan produksi konversi 11.399 ha.

Sementara untuk luas lahan potensi gambut di Provinsi Jambi ialah ± 617.562 Ha, terdiri dari 266.054 ha di Kabupaten Muaro Jambi, 181.237 Ha di Tanjabtim, 141.219 Ha di Tanjabar, 26.583 Ha di Sarolangun, 2.109 Ha di Merangin, dan 360 ha di Kota Jambi.

Kabupaten rawan karhutla di Provinsi Jambi meliputi Kabupaten Tanjung
Jabung Barat, Tanjung
Jabung Timur, Muaro Jambi, Tebo, Sarolangun, Bungo, Merangin, dan Batanghari.

Selain itu, Fachrori juga memaparkan titik hotspot dan luas terbakar di Provinsi Jambi dari tahun 2015 – Agustus 2019. Dalam realesenya, pada tahun 2015 titik hotspot sebanyak 1.654, luas terbakar 19.528 ha. 2016 titik hotspot 64, luas terbakar 257,39 ha. 2017 titik hotspot 160, luas terbakar 579 ha. 2018 titik hostspot 331, luas terbakar 970,16 ha, dan 2019 titik hotspot 318, luas terbakar 357,01 ha.

“Luas lahan terbakar per kabupaten di Provinsi Jambi ialah Kabupaten Muaro Jambi 110,70 Ha, Kabupaten Sarolangun 90,82 Ha, Kabupaten Batanghari 47,70 Ha, Kabupaten Tanjung Jabung Timur 29,87 Ha, Kabupaten Merangin 27,70 Ha, Kabupaten Bungo 24,00 Ha, Kabupaten Tebo 16,00 Ha, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 10,22 Ha, jumlah keseluruhan yang lahan yang terbakar 357,01 Ha, beber Fachrori dalam pemaparannya.

Tidak hanya itu saja, Fachrori juga memaparkan beberapa kabupaten yang telah meningkatkan status dari siap siaga menjadi siaga darurat. Adapun kabupaten yang berstatus siaga darurat ialah Kabupaten Batanghari, Merangin, Tebo, Tanjabtim, Tanjabbar, dan Muaro Jambi.

Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi terkait Karhutla ini ialah telah melakukan pengaktifan posko di wilayah rawan Karhutla, pengorganisasian posko, pembasahan lahan, dan revitalisasi.

Dalam mengatasi permasalahan Karhutla terdapat beberapa permasalahan, yaitu luas lahan yang terbakar menyulitkan personil upaya pemadaman, diatasi dengan patroli rutin dan memanfaatkan personel yang ada serta kerjasama dengan unsur terkait,
lokasi kebakaran yang sulit dijangkau karena tidak adanya akses jalan kendaraan untuk melakukan pemadaman dapat diatasi dengan water bombing, karekteristik lahan gambut menyebabkan api sulit dipadamkan secara tuntas, hal ini dapat diatasi melalui pembasahan (wetting) dengan cara penyiraman. Secara terus menerus musim kemarau panjang menyebabkan terbatasnya sumber air diatasi dengan mencari sumber air yang ada dan penyediaan embung portable dan mobil tangki yang dapat dibawa masuk ke lokasi kebakaran. Kondisi cuaca panas dan angin yang kencang memudahkan kebakaran ke lahan lain, diatasi dengan pembuatan sekat. Masih banyak masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar diatasi dengan patroli untuk mengantisipasi pembakaran dan melaksanakan sosialisasi serta anjangsana kepada masyarakat.(Can)

LEAVE A REPLY