Unggah News

Info Terbarukan Tanpa Hoax

Bupati Berang, Kasat Pol PP Batanghari Hentikan PTT/Honorer

UNGGAHNEWS.COM, BATANGHARI – Banyaknya Pegawai Tidak Tetap (PTT)/ Tenaga Honorer yang di Rumahkan Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari, Jambi banyak menuai kritikan dari Masyarakat.

Pro dan kontrapun menjadi perbincangan hangat hingga sampai di Media Sosial. Tidak segan – segan Netizen menggunggah status terkait keputusan Kepala Daerah pengurangan PTT/Tenaga Honorer.

Meskipun baru menjabat beberapa bulan menjadi Kepala Daerah Kabupaten Batanghari, Bupati Muhammad Fadhil Arief mengatakan, dirinya menjadi Kepala Daerah berniat untuk membangun bukan Untuk mencari nama besar.

” Saya hanya diberikan satu priode untuk mewujudkan visi – misi ini, dan semua ini untuk manfaat ditahun berikutnya. Tidak masalah jika ada yang salah sangka,” Ujarnya, di Muara Bulian.

Banyaknya PTT/ Pegawai Honorer di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di rumahkan oleh Kepala Daerah setempat, Mengingat saat ini keuangan Daerah masih gonjang – ganjing, Defisit mencapai Milyaran Rupiah dan itu menjadi salah satu permaslahan yang harus diselesaikan oleh Kepala Daerah meskipun baru beberapa bulan menjabat.

Hingga saat ini Bupati Batanghari belum menerima laporan dari masing – masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait berapa jumlah PTT/Honorer yang dirumahkan.

”Ada Kepala Dinas yang menyalahi intruksi saya. Saya menyuruh mengurangi, malah diberhentikan semuanya, saya bingung maunya apa.” demikian Fadhil.

Disalah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Batanghari, PTT/ Honorer Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat-POL PP), sebanyak 86 orang telah dirumahkan.

Kepala Sat-POL PP, Daud mengatakan, memang benar Bupati Batanghari mengintruksikan untuk mengurangi tenaga honorer. Namun keputusan untuk merumahkan semua tenaga honorer merupakan kebijakan pihak Satpol PP itu sendiri.

“Jika kita merumahkan separuh saja, tentu akan menimbulkan polemik. Dan setelah menggelar rapat bersama Kabid, Kasubbag dan Kasi, akhirnya kami memutuskan untuk merumahkan semua tenaga honorer,” ujarnya.

Dikatakannya, awalnya pada refocussing pertama, penganggaran untuk tenaga honorer masih untuk 86 orang. Namun setelah refocussing kedua dan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) turun pada awal April, penganggaran berubah hanya untuk 43 orang saja.

“Dan kami dari pihak Satpol PP akan tetap memperjuangkan ke Bakeuda agar 86 orang tenaga honorer yang dirumahkan ini tetap menerima gaji selama bulan Januari, Februari dan Maret,” ujarnya.

Daud mengatakan, 86 orang tenaga honorer itu sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mengisi di beberapa titik penjagaan vital.

“Ada sebelas titik yang harus dilakukan penjagaan, dan Satpol PP ini harus tetap bekerja hingga sampai malam hari dengan bergantian shift,” ujarnya.

Terkait kapan akan kembali merekrut tenaga honorer, Daud mengaku akan melapor terlebih dahulu kepada Bupati Batanghari dan menunggu instruksi lanjutan.

“Sampai ada informasi lebih lanjut, baru ada perekrutan tenaga honorer di Satpol PP Batanghari,” tutupnya. (fery)

Copyright ©2020 UNGGAHNEWS.COM | Dev By Erlabs.net